Harus cerita dari mana dulu nih? Sebenernya yang aku kunjungi kemarin (17/3/2022) itu di area Panorama Tumpak Sewunya, bukan di air terjun di bagian bawahnya (kabarnya perjalanan 3 jam kalau mau turun ke area air terjun). Kalau yang panorama sih, kesan pertama parkirannya luas. Bisa diakses motor atau mobil. Tiket masuk Rp10.000 per orang. Tapi dari area parkir ke area panorama hanya boleh diakses pakai jalan kaki atau ojek lokal. Ada kamar mandi, warung, musholla, dan pusat informasi di sekitar parkiran. Area jalan kakinya aman sih, karena ada pegangan tangan (jalannya turun banget ini, tapi alasnya bukan tanah biasa, melainkan dilapisi sejenis beton). Cuman waspadai buat temen-temen difabel yang pakai kursi roda, sebab curam banget turunnya. Perkiraan jalan kaki dari parkiran ke area panorama sekitar 5-10 menit. Walau di sekitar jalur pejalan kaki ini dikelilingi pepohonan hijau (salak, kelapa, kopi), tapi disarankan sebelum ke sini mending rutin olahraga dulu hehehe... Begitu sampai di area panorama, ada beberapa warung yang menyediakan makanan dan jadi tempat istirahat. Panorama Tumpak Sewu sendiri menyediakan 2 'lantai' untuk para pengunjungnya. Ada yang 'lantai 1' dan 'lantai 2' yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan air terjunnya. Baik 'lantai 1' maupun 'lantai 2', dua-duanya sama-sama outdoor, tersedia tempat duduk untuk beberapa orang saja, dan dikelilingi pagar pembatas. Waspadai lantai yang agak licin setelah turun hujan ya. O ya, jarak antaranak tangga menuju ke 'lantai 2' cukup kecil, jadi lebih menghemat energi kita kalau mau naik dan berfoto di bawah tulisan 'Panorama Tumpak Sewu'. Jaga-jaga juga ya kalau misalnya mau balik (namanya aja jalur masuknya itu turun, tentu baliknya itu naik), pastikan cairan tubuh terpenuhi. Bawa air minum atau istirahat dulu di warung sekitar sebelum balik ke parkiran. Atau kalau ga kuat balik jalan kaki, bisa pesen ojek lokal. Tapi aku belum tau sih berapa tarifnya. Dan tolong! Bawa kembali sampah-sampah yang dibawa. Tumpak Sewu terlalu indah untuk dikotori oleh plastik dan sisa makanan/minuman pengunjung. Kemarin pas mau ngonten di sana, adaaaa aja sampah plastik mie instan yang tergeletak di tanah. Serem banget. Udah ga estetik masuk frame, ga menghargai Tumpak Sewu sebagai tuan rumah pula. Mbok yo jadi tamu yang baik. Tamu memang raja, tapi kalau rajanya seenaknya, tuan rumah berhak mengusir. Sebab tuan rumah bukan pembantu. Itu aja sih. Semoga suatu saat nanti bisa lihat Tumpak Sewu dari pemandangan bawah.
Air Terjun Tumpak Sewu
Lumajang
Google Maps
23-06-2022