Taman Nasional Baluran terlihat ada sesuatu yang sangat berbeda yaitu kondisi jalan di dalam taman nasional tersebut yang sudah mulus alias sudah di aspal. Sontak membuat saya mencari tahu kebenaran kondisi terbaru taman nasional tersebut. Saya teringat saat melintasi jalanan hutan belantara yang menjadi jalur menuju savana Bekol tersebut, terdapat seekor burung merak yang tengah membuka ekornya yang dipenuhi bulu-bulu yang sangat indah tepat di depan mobil saya, dan beberapa satwa hutan lain seperti monyet dan ayam hutan yang tampak jelas menyeberang tepat di depan mobil. Momen tersebut bisa saya dapatkan karena jalur bebatuan yang mengharuskan mobil untuk berjalan dengan santai. Selain itu dapat dilihat sesekali seorang petugas yang keluar dan masuk dari hutan belantara untuk mencari sesuatu atau melakukan penelitian. Dengan akses yang sudah sangat bagus memang menjadi alasan wisatawan akan semakin banyak berkunjung, karena di Taman Nasional Baluran tidak banyak wisatawan yang bermalam jadi akses yang bagus akan membuat perjalanan wisatawan semakin cepat dan mudah. Seketika itu wisatawan dapat melanjutkan perjalanannya menuju kota Banyuwangi atau melanjutkan perjalanan menuju Pulau Dewata melalui pelabuhan Ketapang. Dikenal sebagai Afrika van Java, Taman Nasional Baluran memiliki luas 25.000 HA taman nasional ini dibuka bagi pengunjung umum yang ingin merasakan padang savana layaknya di Afrika, namun untuk hutan yang telah dibuka dan dapat digunakan untuk berwisata hanya sepertiga dari total lahan.
Taman Nasional Baluran
Situbondo
Google Maps
23-06-2021