Kemarin pertama kali ke ijen dan payahnya, saya gk bawa peralatan yang lengkap seperti dome, kompor, makanan yang banyak, dan sleepingbag. Saya tidak membawa peralatan lengkap karena saya pikir perjalanan akan cukup mudah jadi tidak perlu bawa barang banyak, dan akhirnya saya menyesal karena disana untuk nyewa dome 150k wkwk makanan di warung nya jg mahal(untuk kantong mahasiswa ). Oiya kita di wajibkan menggunakan masker ketika nanti di puncak dan ingin turun ke kawah, karena banyak sekali gas belerang. Ya memang trek ijen tidak begitu tinggi, hanya sekitar satu jam lebih sudah mencapai puncak, dengan kecepatan jalan biasa (itu pun sudah banyak sekali berhenti nya karena ada teman yang kecapekan). Loket dibuka jam 1 pagi. Trek diawali dengan jalan menanjak yg rata (bukan berbentuk tangga) setelah trek itu sampai bertemu dengan warung jalan nya akan sangat mudah karena akan ditemui lebih banyak jalan datar daripada jalan menanjak. Sampai dipuncak masih gelap karena masih sekitar jam setwngah dua dan akhirnya kami turun ke kawah. Karena kami ingin melihat pemandangan di pagi hari di puncak akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di kawah hingga fajar tiba (karena kalau dipuncak anginnya kencang makanya kami istirahat di kawah). Fajar pun tiba dan kami bergegas meniggal kan kawah dan naik ke puncak gunung. Dalam perjalan saat kami melihat kawah kami terkesima dengan pemandangan yang luarbl biasa indah dan kami tidak sadar jika di sana ada seperti danau (karena pas malam gelap banget). Di puncak pun demikian, kami serasa berada di dunia lain wkwk (serius bagus bngt). Dari pada penasaran mending saya kasih liat foto fotonya
Kawah Ijen
Banyuwangi
Google Maps
23-06-2019