Taman Nasional Baluran dikenal dengan nama Africa van Java, sehingga orang bilang waktu terbaik berkunjung adalah saat musim kemarau. Tapi saya berkunjung ke sini bersama keluarga saya di akhir musim hujan (April). Dan coba tebak apa yang kita lihat? Cantik sekaliuuuuuuul.! Saya dan keluarga sudah menjelajahi beberapa Taman Nasional Indonesia, dan Baluran adalah salah satu yang terbaik. Alhamdulillah kami memilih dibimbing oleh Bapak Nurdin Razak, seorang fotografer kehidupan liar profesional sehingga kami mendapat banyak pengalaman dan pendidikan tentang taman nasional ini. Kami juga tinggal di ecolodge miliknya (Baluran Ecolodge) di luar taman nasional (saya menulis ulasan terpisah tentangnya). Review ini akan saya fokuskan dari sudut pandang tentang Baluran bukan seperti Africa van Java karena yang saya temukan di Baluran adalah savana yang hijau segar bukan savana yang kering. Di balik hijaunya sabana Baluran adalah rumah bagi banyak hewan yang saya lihat pada kunjungan saya. Beberapa diantaranya cukup familiar seperti kerbau, rusa, dan merak. Tapi senang sekali melihat beberapa hewan baru bagi kami seperti ayam hutan, burung pelatuk, dan anjing hutan. Kita beruntung bisa melihat hewan-hewan ini di musim hujan karena biasanya mereka bersembunyi di hutan yang memiliki cukup air dan makanan. Tidak seperti di musim kemarau yang biasanya mereka keluar ke sabana untuk mencari air. Rusa merupakan hewan yang terkenal di Baluran, kami melihat mereka duduk manis dan berjalan di padang savana. Kami melihat beberapa ekor kerbau di sekitar sabana sedang memakan rumput. Beberapa burung merak berjalan dengan anggun di sabana. Beberapa unggas hutan dengan warna yang indah lari dari kami sepanjang perjalanan menuju sabana. Kami belum pernah melihat ayam hutan bisa terbang sebelum ini :). Kami juga melihat begitu banyak kupu-kupu kuning yang cantik di sepanjang perjalanan menuju sabana. Kami berhenti berkali-kali untuk memotretnya. Momen paling menarik adalah saat kami melihat sekelompok anjing hutan berlarian melintasi sabana di pagi hari. Kami kemudian mengetahui bahwa mereka baru saja menyerang seekor rusa. Namun si kancil menyelamatkan diri dengan lari ke gedung pos penjagaan terdekat sehingga si anjing hutan pun kabur. Akhirnya kami menemukan bahwa rusa itu sudah mati dan sangat sedih mengetahui bahwa dia hamil. Namun pada akhirnya kami memahami bahwa itu adalah siklus hidup alami di sabana dan hutan ini. Ya, itulah aturan alam. Momen menarik lainnya ketika kita melihat seekor burung pelatuk yang sedang mematuk pohon. Ia kabur saat kami memotretnya, namun ia kembali lagi mematuk pohon saat kami merekamnya. Senang sekali melihat kehidupan alam di taman nasional ini. Baluran juga memiliki beberapa pantai, dan yang terdekat adalah pantai Bama yang memiliki hutan bakau. Pantainya cukup bagus tapi tidak terlalu menarik bagi saya. Tapi hutan bakau sangat bagus untuk dijelajahi. Kami melakukan trekking di hutan ini dan menemukan bahwa hutan bakau tersebut sudah tua dan besar dibandingkan dengan hutan bakau lain yang pernah kami lihat di tempat lain. Di dalamnya kita juga mendapat sensasi tentang siklus hidup alam lainnya ketika coyote menyerang dan memakan rusa. Terima kasih kepada Pak Nurdin Razak yang membimbing kami menemukan tengkorak rusa yang diserang dan dimakan anjing hutan 2 minggu lalu. Baluran adalah lokasi yang sempurna untuk melihat matahari terbit dan terbenam. Ini adalah kesempatan langka untuk memilikinya di tempat yang sama. Dan Alhamdulillah kami melihat keduanya dalam kunjungan kami. Mungkin sulit bagi tamu sekarang untuk melihat matahari terbit jika mereka tidak tinggal di pondok di dalam taman nasional karena pihak manajemen mempunyai peraturan baru untuk buka pada jam 7.00 pagi. Untuk mengetahui lebih detail tentang hal itu sebaiknya hubungi kantor manajemen beberapa hari sebelum berkunjung atau pilih operator yang tepat dan memiliki hubungan baik dengan taman nasional. Baluran cukup alami dan bersih dibandingkan Bromo. Semakin sedikit orang yang datang, taman nasional akan semakin bersih. Baluran punya banyak harta terpendam yang bisa dijadikan destinasi wisata, tak hanya sekedar tempat selfie! Ini jauh lebih dari itu. Begitu banyak edukasi tentang lingkungan dan alam yang bisa kita dapatkan dengan mengunjungi Taman Nasional Baluran. Kuncinya kita perlu memilih operator yang tepat yang mampu membimbing kita untuk memilikinya. Jadi jika anda ingin berkunjung ke Baluran jangan tunggu sampai musim kemarau, anda bisa datang kapan saja karena Baluran indah di musim apapun.
Taman Nasional Baluran
Situbondo
TripAdvisor
24-04-2016