Toilet sebelum memasuki gerbang petualangan safari, menunjukkan kesan properti yang ditinggalkan. Setelah melewati gerbang, kami disambut oleh beberapa Llama, lalu seekor bisson kurus. Kelihatannya sangat miskin seperti tidak cukup makan. Llama dan zebra mendatangi setiap mobil yang datang untuk mencoba mendapatkan makanan. Lucunya melihat manajemen menyediakan tempat pemberhentian untuk memberi makan hewan sementara mereka tidak menjual makanan di gerbang depan. Kami mendapat kesan bahwa taman ini tidak sepopuler yang kami kunjungi di Bali tahun lalu. Jangan berharap melihat binatang menakjubkan selama perjalanan. Koleksi satwanya jauh lebih menarik di Batu Secret Zoo, Batu, Malang. Di tempat rekreasi, kami tidak melihat apa pun yang bergerak dan tidak ada seorang pun yang bermain di dunia air. Mereka sedang dalam beberapa renovasi. Jadi kami menyia-nyiakan uang yang kami bayarkan untuk itu. Apalagi setelah hujan deras turun saat pertunjukan lumba-lumba pukul 13.00. Pertunjukan burung dibatalkan. Beruntungnya kami masih bisa menyaksikan pertunjukan Temple of Terror yang sangat atraktif sehingga membuat rasa kecewa kami sedikit memudar. Selanjutnya, kami melewatkan area kebun binatang bayi karena hujan terus menerus dan taman ditutup lebih awal karena musim puasa. Pilihan makanan juga sangat terbatas di tempat ini. Ada toko yang cukup besar yang menjual paket keluarga untuk ayam goreng, nasi, kentang goreng, kentang goreng, dan sup sayuran. Tapi saat kami coba beli makanannya, yang ada hanya paket ayam goreng n kentang goreng dan nasi saja.. sangat mengecewakan. Jadi, berdasarkan pengalaman kami, kami merekomendasikan pengunjung lain yang datang untuk menanyakan pertanyaan yang sangat detail tentang situasi taman sebelum memasuki gerbang untuk menghindari membayar uang ekstra secara cuma-cuma. Tipikal kebanyakan taman hiburan di Indonesia, mereka menampilkan informasi yang bagus di iklan dan surat kabar, namun kenyataannya tidak sebaik yang tertulis.
Taman Safari Prigen
Pasuruan
TripAdvisor
07-01-2016