Benar-benar megah! Kami memilih untuk mendaki Bukit King Kong pada pukul 7:30 pagi (muat rutenya di Google Map sebelumnya) saat semua orang turun. Jadi kami sendirian mengagumi pemandangan unik ini dan terlebih lagi suhunya sangat sejuk. Para penjual telah gulung tikar dan mereka yang tetap tinggal sangat ramah dan bersedia membantu. Tidak perlu topi atau jaket, rompi kecil saja sudah cukup di awal. Dalam hal ini juga tidak perlu membeli tiket masuk taman, namun biaya tol (baru?) di pintu masuk desa sebesar Rp 20.000/orang. diperlukan. Jangan sungkan minta diskon untuk anak, selalu berhasil. Kami tidak memasuki Taman Nasional karena Bromo sedang meletus kecil dan akses ke kawah dilarang pada hari itu. Jadi membayar Rp 220.000/orang hanya untuk pergi ke kaki gunung tersebut sepertinya tidak penting bagi kami, apalagi pendakian ke Bukit King Kong/Gunung Penanjakan sudah cukup untuk membuat kami mengagumi situs tersebut secara keseluruhan. Berikut adalah rencana perjalanan terperinci yang disalin dari blog yang dibuat dengan sangat baik: (maaf penulisnya saya tidak ingat situsnya tetapi Google akan menemukannya untuk Anda!) 1) Dari Cemoro Lawang sekitar jam 3 pagi (kami jam 7/7:30 pagi) Di pertigaan utama desa, belok kanan menuju hotel Cemara Indah, bukan Cafe Lava. Namun jangan dilanjutkan ke Cemara Indah. Beberapa meter sebelum hotel, belok kanan ke jalan yang membentang di sepanjang tebing tanpa mendekatinya. Terus lurus di jalan yang kurang lebih beraspal ini, tidak ada resiko membuat kesalahan. Jalan itu melewati ladang daun bawang dan di samping rumah-rumah kecil. Di depan Anda, jauh di atas, Anda akan melihat lampu merah kecil, itu adalah antena yang terletak di puncak Gunung Penanjakan yang akan Anda daki, oleh karena itu merupakan landmark yang bagus. 2) Lewat di depan tempat parkir kecil sekitar pukul 03.45. Setelah 30 hingga 45 menit, Anda akan sampai di tempat parkir kecil di mana orang Indonesia akan menawari Anda kopi. Jalannya hanya sebuah tikungan, belok kanan untuk melanjutkan jalan ini. Melewati penghalang yang menghalangi kendaraan. 3) Ujung jalan, ujung tangga Anda sampai pada titik pandang di mana Anda dapat berhenti, namun Anda masih cukup rendah. Di sini Anda harus menaiki tangga kecil untuk naik. 4) Ujung anak tangga, ujung jalan Sudut pandang lain, dengan semacam struktur beton. Di sini carilah jalan kecil yang menanjak melewati tumbuh-tumbuhan di sebelah kanan. Anda menyerang bagian itu sedikit lebih rumit, namun tidak ada yang terlalu berbahaya 5) Tiba di Bukit King Kong sekitar jam 4:30 pagi Anda mencapai penghalang beton yang harus Anda lewati. Kerumunan kecil telah terbentuk (kecuali Anda yang pertama!). Ini adalah sudut pandang yang sangat bagus untuk melihat matahari terbit di atas lembah. Matahari akan terbit di sebelah kiri Anda sekitar pukul 05:15, pada saat itu gunung berapi akan terlihat di depan Anda. Mulai pukul 06.30, para turis menghilang. Jika Anda tidak terburu-buru, Anda akan mendapati diri Anda sendirian di depan tontonan yang luar biasa ini. 6) Bukit King Kong (ulangi) Jika tidak ada ruang lagi di platform kecil Bukit King Kong, ambil jalan beton dan naik sekitar lima puluh meter ke belved de re lainnya yang lumayan juga 7) Di puncak Gunung Penanjakan Pemandangan di puncak bukit juga bagus, tapi lebih banyak orang, semuanya yang duduk di dalam mobil jeep. Jika Anda telah menunggu cukup lama di Bukit King Kong, semua orang pasti sudah turun dan Anda akan menikmati pemandangan sendiri begitu Anda sampai di puncak, setelah sekitar dua puluh menit berjalan kaki. Lanjutkan pendakian di jalan beton hingga mencapai jalan aspal. Jangan ragu, Anda harus naik jadi belok kanan. Jika Anda datang terlambat seperti kami, sekitar pukul 07.30, toko-toko wisata seharusnya sudah tutup (mungkin toko-toko tersebut tutup paling awal di dunia). Ambil jalan yang membawaku menuju antena dan sudut pandang. 8) Turun ke Cemoro Lawang di Bromo Anda akan ditawari naik sepeda motor jika ingin segera melanjutkan pendakian Bromo. Bagi kami, kami tidak terburu-buru dan kembali berjalan kaki melalui jalan yang sama, yang sangat menyenangkan di siang hari.
Gunung Bromo
Probolinggo
TripAdvisor
08-02-2019