Saya pergi mendaki Gunung Ijen bersama kedua putri saya (usia 10 dan 9 tahun). Itu adalah pengalaman yang sangat mengesankan! Kami mulai mendaki pada jam 1 pagi. Jarak pendakian sebenarnya hanya sekitar 3,4 km namun serunya karena jalan datar hanya 400 m, selebihnya kemiringannya sekitar 40-60 derajat. Kami agak lambat karena kami sering berhenti untuk mengatur napas. Kami mencapai puncak dalam 2,5 jam. Kami tiba pukul 03.30 pagi. Pemandu kami, Irul dari Ijen Unique Tour, menawari kami jika kami ingin pergi ke kawah untuk melihat api biru karena kami masih punya cukup waktu. Namun berhubung asap belerangnya cukup pekat dan putri saya menderita asma, kami memutuskan untuk menginap hingga matahari terbit dan melihat kaldera hijau yang indah. Sayangnya asap belerang masih sangat tebal dan kami belum bisa melihat kaldera. Tapi kami melihat negara yang sangat indah di atas awan! Itu adalah kenangan yang sangat tak terlupakan! Jika Anda mengira pendakian adalah bagian tersulit, tunggulah sampai Anda turun! Karena jalannya berpasir, maka licin. Hampir 3/4 turun, kaki putri saya terluka dan kami harus berjalan mundur! Pemandu kami, Irul, sangat membantu dan ini adalah sarannya. Meski sedikit menantang, kami berhasil turun dengan selamat. Btw, jangan dipaksakan! Jika lelah, Anda juga bisa menyewa taksi, yang sebenarnya merupakan gerobak yang digunakan para penambang untuk membawa belerang, namun dimodifikasi agar Anda merasa nyaman. Taksi tersebut dibawa oleh 2 orang, satu untuk mendorong dan satu lagi untuk menarik. Taksi dapat menyebabkan banyak hal bagi Anda. Saya sangat menyukai pengalaman ini! Perasaan setelah Anda menyelesaikan perjalanan cukup menyenangkan, terutama saat Anda melakukannya bersama anak-anak!
Kawah Ijen
Banyuwangi
TripAdvisor
18-12-2019