Pertama-tama: Sayangnya, sopir saya sedikit mengacaukan perjalanan. Saya ingin berangkat sekitar pukul 12.00 atau 00.30 agar kami bisa sampai di Ijen satu jam kemudian. Sopir saya mengatakan jam 1:30 pagi sudah cukup. Alhasil, saya baru berada di pintu masuk pada pukul 02.45 dan di kawah pada pukul 04.00 dan hanya bisa melihat/merasakan api biru tersebut. Tidak cukup untuk foto atau faktor wow. Biaya masuk di akhir pekan bagi wisatawan: Rp 150.000 Pendakiannya cukup terjal, namun (menurut saya) mudah untuk dilakukan. Ada beberapa peluang foto bagus di antaranya (disarankan semacam stabilizer: tripod, tripod mini, tiang pagar). Pastikan untuk berpakaian hangat dan membawa sesuatu yang ekstra jika perlu. Saya benar-benar membeku menunggu matahari terbit (pada bulan Juni). Untungnya angin datang dari arah yang benar (jauh dari jalur pendakian), jadi masker pernapasan tidak diperlukan (bawa saja). Namun, senter dan, jika perlu, sarung tangan disarankan untuk pendakian. Begitu hari mulai terang, Anda bisa melihat betapa mengesankannya kawah dan pegunungan di sekitarnya. Saya tidak turun ke kawahnya sendiri (juga tidak disarankan), hanya sampai tanda peringatan. Di pintu masuk ada beberapa stand yang menjual minuman panas dan makanan.
Kawah Ijen
Banyuwangi
TripAdvisor
14-11-2019