Koreksi Prediksi

Kawah Ijen

← Kembali ke Daftar
Kawah Ijen Banyuwangi Google Maps 23-06-2019

Hal pertama yang kami lakukan adalah menempatkan barang-barang di homestay dan mempersiapkan diri menuju pilihan pertama dalam daftar destinasi kami, Gunung Ijen. Perjalanan menuju TWA Gunung Ijen berjalan lancar. Kami melewati perkampungan penduduk lalu hijau pepohonan mulai memanjakan mata kami. Sesampainya kami di area TWA Gunung Ijen, kami menyantap makan siang, mendirikan tenda dan menyiapkan perlengkapan mendaki. "NUURUN NAJM, GOOD TO BE BETTER TO BE BEST YES!" kami menutup acara briefing dengan jeritan yel-yel. Suhu di area TWA Gunung Ijen pada pukul 15:10 WIB mencapai 16 celcius dilengkapi dengan selimut kabut yang tebal. Sedangkan di area mendirikan tenda pada pukul 17:19 WIB mencapai 9 celcius. Kami turun kembali menuju area TWA untuk menjamak shalat Maghrib dan Isya' serta makan malam. Pada pukul 18:22 WIB, udara semakin dingin dan kabut semakin tebal membuat kami berkumpul di sekitar api unggun untuk menghangatkan badan. Kami menyantap makan malam dengan lahap bersama Tung, turis asal China yang bergabung dengan rombongan kami. Kami memutuskan untuk kembali ke tenda setelah puas bercakap-cakap dan minum kopi panas. Kami menyempatkan diri untuk tidur di tenda sembari menunggu palang jalur pendakian dibuka. Sebelumnya kami mengadakan briefing untuk kedua kalinya dan pada pukul 00:49 WIB kami dibangunkan untuk menyiapkan diri sebelum pendakian. Tepat pukul 01:00 WIB kami mantap menjejakkan kaki menapaki jalur pendakian menuju puncak Gunung Ijen. Kami mendapatkan berita bahwa seminggu yang lalu seorang guide meninggal di tempat karena asap belerang dan arah angin yang tiba-tiba berubah. Tetapi hal itu tidak membuat asa kami surut. Sepanjang pendakian kami saling menyemangati, menarik teman yang lain dengan tongkat, bergantian membawa perbekalan dan istirahat di beberapa pos sebanyak 3 kali. Rombongan kami adalah yang pertama mencapai puncak dengan ketinggian 2386 mdpl dengan suhu 4 celcius pada pukul 03:14. Aroma dari asap belerang mulai menyerobot memasuki indra pernapasan kami. Anggota rombongan yang laki-laki turun menuju Kawah Ijen untuk melihat blue fire. Fakta menarik lainnya yang kami dapatkan adalah blue fire hanya terdapat di 2 negara, Belgia dan Indonesia. Perjalanan menuruni Kawah Ijen memakan waktu hingga 1 jam dengan taruhan nyawa. Teman kami, Ihsan, sempat terpeleset 2 kali di tengah-tengah licinnya bebatuan Kawah Ijen dan Pak Imam dengan sigap menahannya. Saat di dasar kawah, asap belerang membuat mata terasa pedih hingga membuat air mata keluar. Puas berfoto ria anggota rombongan laki-laki kembali menaiki puncak dan memakan waktu 1 jam lagi. Sementara menghabiskan waktu hingga anggota rombongan laki-laki kembali berada di puncak, anggota rombongan perempuan menghangatkan diri dengan kompor portable, tidur, mengambil foto dan saling berpelukan untuk mengusir suhu dingin.

Koreksi Per Aspek

Aspek Model: Terdeteksi Model: Sentimen Model: Confidence Terdeteksi Sebenarnya Sentimen Sebenarnya
Akomodasi Ya Positif 0.85
Aksesibilitas & Infrastruktur Ya Negatif 0.23
Aktivitas Ya Positif 0.97
Daya Tarik Wisata Ya Positif 1.00
Fasilitas Ya Positif 0.71
Harga Tidak
Kebersihan Tidak
Kenyamanan & Keamanan Ya Negatif 0.13
Pelayanan Tidak

Simpan Koreksi

Catatan dan nama validator ini berlaku untuk semua aspek di atas (satu ulasan = satu kali submit).