kawasan kawah ijen, saya jujur dengan sadara menyatakan bahwa mendaki kawah ijen sungguh melelahkan di tengah malam , saat masih di awal pendakian itu terasa sangat dingin sekali akhirnya saya membeli sarung tangan yang jualan di tempat seharga 10ribu satu pasangnya. lumayan murah dan harga masih normal lah ya. disini saya sempatkan minum teh tawar hangat untuk mengusir rasa dingin di jam 1 dini hari. saat mulai pendakian sungguh sangat banyak orang yang mendaki, bagi yang tidak sanggup mendaki tersedia semacam gerobak dorong yang mereka sebut taksi dengan tarif 800 ribu naik turun, bisa nego jika kalian pandai menawar, tapi harga segitu menurut saya wajar karena mereka membutuhkan tenaga yang sangat kuat , saya aja yang jalan kaki tanpa membawa beban pun sudah ngos ngos an apalagi ini bapak bapak yang menarik gerobak yang diatasnya ada manusia. jalan yang menanjak curam dan berkelok kelok cukup menguras energi, jangan lupa bawa masker minimal karena di atas nanti ada berelang yang menusuk hidung. waktu say ikut open trip ada ibu ibu yang sudah berumur masih sangat aktif dan kuat melakukan pendakian ini, sunggu luar biasa ibu dari bandung tersebut. di atas saat sampai puncak dibayar dengan keindahan sunset yang mempesona denan dingin yang masih sama dan warna danau kawah ijen yang biru tosca mempeson, tapi berhubung saya udah pernah ke kelimutu jadi sudah biasa aja melihat kawah ijen, tujuannya sebenearnya pengen melihat blue fire, tapi itu sudah tidak diperbolehkan lagi karena untuk melihat blue fire itu berada di daerah yang sangat bahaya dan belerengnya tercium sangat sangat menyengat, jadi bersyukur aja masih diberi kesehatan bisa turun dengan selamat ke kota banyuwangi kembali.
Kawah Ijen
Banyuwangi
Google Maps
23-06-2024