Matahari terbit di Gunung Bromo memang spektakuler, namun untuk mengambil foto selama setengah jam (apalagi berkerumun di tengah kerumunan orang Asia yang berfoto selfie demi selfie), tidak ada gunanya berangkat jam 2 pagi di antara ratusan jeep yang berusaha menambah jarak beberapa meter dibandingkan yang lain, menunggu di perangkap es yang diasap oleh abu yang terbakar untuk melakukan pemanasan dan kemudian berdiri dari jam 4.20 hingga 5.10 di tengah angin sedingin es untuk menempati tempat untuk melihat matahari terbit. Kemudian memakan waktu hampir satu jam untuk berangkat dengan jeep, karena sampai semua orang kembali ke kendaraan, jalan diblokir (jeep diparkir di pinggir jalan tanpa meninggalkan akses). Perjalanan yang super terorganisir kemudian dilanjutkan di kaki gunung berapi, dimulai dari pendakian singkat yang selalu ramai. Kami kemudian sedih melihat kuda-kuda terpaksa membawa wisatawan yang menganggur naik turun kawah di bawah terik matahari dari subuh hingga jam tiga sore. Pada tahun 2024 kita mengharapkan lebih banyak kesadaran dan rasa hormat terhadap hewan.
Gunung Bromo
Probolinggo
TripAdvisor
25-07-2024