Kami pergi ke taman dengan harapan membayar biaya masuk wisata sebesar Rp 20.000. Sebaliknya, kami menghadapi kenaikan harga yang terjadi di semua objek wisata di Jawa setelah bulan Januari 2015. Kami akhirnya membayar Rp 160.000 per orang, hanya untuk mendapatkan akses ke taman. Perlu diketahui harga lokalnya hanya Rp 10.000. Tidak adil katamu?! Nah, Anda seorang turis dan orang-orang di Indonesia rupanya bersenang-senang sampai Anda kehabisan darah! Setelah 10 km menyusuri jalan yang kasar dan bergelombang kami sampai di Bekol yang tidak lebih dari bangunan akomodasi, toilet, kantor ranger serta menara pengawas yang menyajikan panorama indah padang savanah dan gunung Baluran. Berhati-hatilah dalam perjalanan menuju menara: pertama-tama Anda harus menaiki tangga melewati habitat monyet, lalu menaiki tangga curam di menara itu sendiri. Setelah berkendara 3 km lagi melewati Bekol melalui jalan yang lebih bergelombang dan sebagian besar terbuat dari batu dan kerikil, kami sampai di Bama. Terdiri dari kantor penjaga hutan, toilet (Rp 2000 per jongkok), dapur dan kafetaria (harga wajar Rp 20.000 untuk nasi goreng). Di pantai kami dihadapkan dengan populasi monyet yang berperilaku buruk, salah satu dari mereka mencoba mengobrak-abrik tas saya sebelum kami takut dan mengeluarkan suara keras. Kesimpulan: jangan tinggalkan tas Anda tanpa pengawasan. Pantai dan laut berpasir putih menampilkan sedikit keindahan eksotis di darat dan bawah air yang ditampilkan dalam pamflet taman. Taman itu sendiri sangat indah tetapi harganya terlalu mahal: pemeliharaannya sangat buruk, sampah berserakan di mana-mana, dan tidak ada cukup staf untuk melindungi Anda dari monyet-monyet nakal. Jalanan berada dalam kondisi yang buruk (kerikil dan lubang) dan bersiaplah untuk membayar harga turis barat untuk toilet non-barat yang tidak dirawat dengan baik. Sudah jelas: bawalah tisu toilet Anda sendiri. Jangan repot-repot membawa handuk dan sabun mandi: tidak ada pancuran. Untuk akomodasi termurah yang tersedia di taman, kami membayar Rp 150.000 untuk kamar double untuk satu malam. Itu tampak lebih seperti sel penjara daripada apa pun dan kurangnya air keran membuat masa menginap kami sangat tidak nyaman. Saya akan merekomendasikan pergi ke taman ini pada hari itu jika Anda adalah penduduk lokal: Anda hanya perlu membayar Rp 10.000 saja.
Taman Nasional Baluran
Situbondo
TripAdvisor
24-03-2015