Viewnya bagus,,udaranya dingin apalagi ketika baru sampe,,harus sedia sarung tangan,,jaket agak tebal,,syal dan topi kupluk Tetapi pada saat sudah mulai mendaki,,dinginnya berkurang dan berganti jadi keringat ,,sudah agak tinggi bru mulai terasa dingin lagi,,tp tidak sedingin yg pertama Rute pendakian kurang lebih 3km,,dengan kondisi jalan menanjak sekitar 30-60 derajat dan waktu saya mendaki siangnya hujan jd kondisi jalan licin Jika tidak mau mendaki/terlalu lelah,,ada jasa taxi (semacam lori yg ditarik oleh 3 orang) harga variatif kisaran 300-500rb tp itu tidak tampak mahal dengan usaha yg hrus mereka lalui sampai puncak Jika mau melihat blue fire,,usahakan sebelum jam 4 sudah sampai di kawahnya,,karena jika lewat dr jam 4 blue firenya sudah hilang dan berganti dengan asap belerang yang menyebabkan sesak nafas dan mata pedih,,oiya jngn lupa bawa masker/buff yaa itu lebih membantu ketika mendaki di udara dingin Sebelum turun untuk melihat blue fire,,bnyak para bapak2 yg menyewakan masker yg seperti fogging untuk melindungi diri Tapi cara menawarkannya terlalu memaksa dan agak kasar Tips Pakai sepatu yang nyaman untuk mendaki/usahakan jngn yg outsolnya licin Pakai kaos kaki yaa,,biar gk lecet bawa tongkat yg kayu lebih oke bawa minum pakai celana yg agak tebal (karena dinginnya tembus ke jeans) bawa senter jngn nyampah yaa
Kawah Ijen
Banyuwangi
Google Maps
23-06-2019